Jumat, 10 Maret 2017

MAKALAH ASBABUN NUZUL 3



BAB I
PEDAHULUAN


Al-Qurâan adalah merupakan kalamullah (firman Allah) yang mengandung mukjizat, yang diturunkan kepada Nabi dan Rasul terakhir, dengan perantaraan Al-Amin Jibril as. Yang tertulis dalam mushaf, yang disampaikan kepada kita secara mutawatir yang dianggap sebagai ibadah membacanya, yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Nas. Al-Qurâan sebagaimana dimaksud dalam definisi tersebut adalah merupakan pedoman utama ummat Islam dalam hidup dan kehidupannya sehari-hari baik dalam hal ibadah maupun dalam hal muâamalah. Untuk itu maka Al-Qurâan perlu dikaji, dipelajari dan dihayati sehingga isi kandungan Al-Qurâan tersebut dapat dipedomani dan dilaksanakan serta dapat dijadikan petunjuk bagi ummat manusia dalam hidup dan kehidupan sehar-hari.
Ulama berpedoman tentang dasar mengetahui asbab nuzul adalah riwayat yang shahih yang berasal dari Rasulullah SAW, atau dari Shahabat dan tidak ada tempat untuk ijtihad. Dengan demikian para shahabat dan tabiin adalah satu-satunya sebagai sumber pengetahuan mengenai asbab nuzul.


BAB II
PEMBAHASAN

1.      Pengertian, Sebab Nuzul dan Fungsinya dalam Memahami Al-Qur’an
a.      Pengertian
Asbab Nuzul adalah peristiwa turunnya suatu ayat atau beberapa ayat Al-Qur’an mengenai suatu kejadian atau penjelasan suatu hukum ketika saat diturunkannya. Atau dengan kata lain bahwa asbab nuzul adalah suatu hal yang karenanya al-Qur’an diturunkan untuk menjelaskan suatu hukum, pada masa hal itu terjadi, baik berupa peristiwa atau pertanyaan.
Menurut bahasa, asbabun nuzul berarti sebab turunnya ayat-ayat Al-Quran. Sedang menurut istilah, asbabun nuzul berarti sesuatu yang dengan sebabnya turun suatu ayat itu akan memberi jawaban terhadap sebab itu atau menerangkan hukumnya pada masa terjadinya sebab.

b.      Fungsi
Adapun fungsi dalam Asbabun Nuzul yaitu :
Pertama : Mengetahui hikmah diundangkannya suatu hukum dan perhatian syara’ terhadap kepentingan umum dalam menghadapi segala peristiwa karena sayangnya kepada umat.
Kedua : Membantu dan mempermudah pemaham ayat-ayat Al-Qur’an dengan pemahaman benar, dan menghilangkan segala bentuk keraguan, karena tidak mungkin seseorang bisa memahami hukum dengan benar kecuali setelah mengetahui asbab nuzulnya.
Ketiga : Faedah yang lain, adalah untuk mengkhususkan ( membatasi ) hukum yang diturunkan dengan sebab yang terjadi, bila hukum itu dinyatakan dengan bentuk yang khusus.
Keempat : Faedah yang lain, adalah untuk mengkhususkan ( membatasi ) hukum yang diturunkan dengan sebab yang terjadi, bila hukum itu dinyatakan dengan bentuk yang khusus.
Kelima : Faedah asbab nuzul yang lain, penjelasan hukum baru. Contoh tentang niat menjadi syarat landasan diberikannya pahala.

2.      Macam-macam Asbabun Nuzul
Dari segi jumlah sebab dan ayat yang turun dibagi dua, yaitu :
  1. Ta’addud Al-Asbab wa Al-Nazil Wahid (sebab-sebab turunnya lebih dari satu   
      dan ini persoalan yang terkandung dalam ayat / sekelompok ayat yang turun
       satu.
2. Ta’addud Al-Nazil wa Al-Sabab Wahid (persoalan yang terkandung dalam ayat
    / sekelompok ayat yang turun lebih dari satu sedang sebab turunnya satu.

Jika ditemukan dua riwayat/lebih tentang sebab turunnya ayat dan masing-masing menyebutkan suatu sebab yang jelas dan berbeda dari yang disebutkan lawannya, maka kedua riwayat diteliti dan dianalisa. Permasalahannya ada 4 bentuk :
1. Satu sahih satu tidak, maka dipilih riwayat yang sahih dan menolak yang tidak
    sahih.
2. Keduanya sahih tapi salah satu punya penguat(murajih), maka dipilih yang      
    punya penguat.
3        Keduanya sahih dan tidak punya penguat, tapi keduanya dapat diambil      sekaligus, maka penyelesaiannya dengan mengganggap banyaknya sebab    turunnya ayat.
4. Keduanya sahih, tidak punya penguat dan tidak diambil semuanya karena 
    waktu peristiwanya jauh berrbeda, maka penyelesaiannya dengan   
    mengganggap berulang-ulang ayat itu turun sebanyak asbabun nuzulnya.

3.      Berbilangnya riwayat sebab Asbabun Nuzul untuk satu ayat dan sebaliknya.

Dianataranya salah satu persoalan berbilangnya riwayat sebab Asbabun Nuzul untuk salah satu ayat  dan sebaliknya maka muncul beberapa kemungkinan sebagai berikut :
  1. Kedua riwayat itu yang salah satu Shahih dan yang lain tidak Shahih
  2. Kedua riwayat itu sama-sama dan yang satu ada dalil yang memperkuat sedangkan lain tidak ada.
  3. Kedua riwayat ini sama-sama shahih dan tidak ditemukan dalil yang memperkuat salah satunya, tetapi sangat komrpomikan
  4. Kedua riwayat itu sama-sama shahih tidak terdapat dalil yang memperkuatkan salah satunya dan kedua-duanya tidak mungkin dipakai.

Jika mendapat kasus dalam menerangkan Asbabun Nuzul suatu ayat. Sebagaimana tersebut diatas maka melalui jalan alternatif pemecahannya adalah sebagai berikut :
  1. Apabila kedua riwayat itu shahih, yang pertama menyebutkan sebab turunnya ayat dengan tegas, sementara yang kedua tidak menyebutkan secara tegas, maka yang diambil adalahriwayat yang pertama.
  2. Apabila kedua riwayat tersebut shahih, mungkin salah satunya ditarjihkan atau karena salah satu lagi diriwayatkan oleh perawi yang menyaksikan sendiri, maka dipilih riwayat yang lebih rajin (kuat)
  3. Apabila kita mengambil dua riwayat yang menerangkan Sababiyah riwayat yang lebih rajin dan lebih sahih, sementara riwayat yang lain shahih tetapi marjuh (dipandang lebih lemah), maka yang diambil adalah riwayat yang sahih.

BAB II
KESIMPULAN


A.    Kesimpulan

Atas dasar pembahasan hal-hal tersebut di atas, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut
1. Asbabun Nuzul adalah satu bidang ilmu pengetahuan yang membeicarakan tentang sebab-sebab turun suatu ayat atau beberapa ayat yang mengandung sebab itu, atau memberi jawaban terhadap sebab itu, atau menerangkan hukumnya pada masa terjadinya sebab tersebut.
2. Ilmu Asbabun Nuzul memagang peranan yang sangat penting dalam memahami Al-Qurâan secara utuh dan benar, sehingga merupakan persyaratan yang sangat penting bagi seorang yang ingin menafsirkan Al-Qurâan.***


DAFTAR PUSTAKA



Rida, Rasyid, Asbabun Nuzul, Matba' ah alManar, Mesir tanpa tahun.

Bacchtiar, Harsja W, Kaedah Asbabun Nuzul , Cet. Ke-4, Pustaka Sinar Harapan , Jakarta, 1990.

Ibnu Rusydi, Bidayatu al-Mujtahid wa Nihayat al-Muqtashid, Jilid I, Dar al-Fikri, tanpa tahun.


MAKALAH ASBABUN NUZUL 2



BAB I
PENDAHULUAN



Dalam makalah ini penulis akan menguraikan beberapa pokok permasalahan antara lain :
  1. pengertian Asbabun Nuzul
  2. Cara-cara Al-Qur’an Diturunkan
  3. Tempat dan lamanya Al-Qur’an diturunkan
  4. Beberapa faedah (kegunaaan) mempelajari Asbabun Nuzul

Dengan uraian yang nantinya penulis tuliskan diharapkan pengetahuan dan ketrampilan untuk menguraikan Al-Qur’an dan Asbabun Nuzul.



BAB II
PEMBAHASAN



1.      Pengertian Asbabun Nuzul

Menurut Etimologi (bahasa) Asbabun Nuzul artinya suatu ungkapan yang maksud makna lainnya bentuk atau sebab-sebab adapun Nuzul adalah maksud ungkapan makna lainnya ialah turun.
Sedangkan menurut pengertian termminologi (Istilah)  Asbabun Nuzul adalah sebagai berikut:
  1. ayat-ayat Asbabun Nuzul adalah turunnya suatu ayat yang mengungkapkan suatu permasalahan dan menerangkan hukum suatu pada saat terjadinya suatu peristiwa. Definisi ini  dikemukakan oleh Shubhi Shalih.
  2. Ayat-ayat Asbabun Nuzul adalah ayat yang maksudnya adakala berbentuk peristiwa atau adakala berbentuk pertanyaan.
  3. ayat-ayat Asbabun Nuzul adalah ayat yang maksudnya mempunyai peran yang sangat penting karena kekuatan (Kebasahan) suatu riwayat Asbabun Nuzul tergantung persoalan kuat (shahih) atau lemah (ahaif) serta otentik atau palsunya hadis yang diriwayatkan.






2. Cara-cara Al-Qur’an Diturunkan
Diriwayatkan oleh Al-Qur’an-Zarqani bahwa pendapatnya tentang taat cara diturunkan Al-Qur’an dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, menurutnya Al-Qur’an diturunkan dengan melalui tiga fase

Pertama,  Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT kelauh Mahfuzh, sebagaimana dinyatakan dalam ayat: ====









Kedua : Al-Qur’an diturukan ke baitul Izzah dilangit dunia, pada malam yang diberkati, yaitu malam Al-Qadar yang terdapat dalam bulan ramadhan.  Dalam firman Allah:



 




Artinya: sesungguhnya kami telah menurunkan Al-Qur’an pada malam yang diberkati dan sesungguhnya inilah yang memberi peringatan”



Ketiga : Al-Qur’an diturunkan dari langit dunia kepada Nabi  Muhammad SAW dengan melalui malaikat Jibril AS dalilnya, firman Allah:






 













Artinya : dan Al-Qur’an Kami turunkan sebagian-sebagian, supaya engkau bacakan kepada manusia dengan berangsur-angsur, dan Kami turunkan terus menerus”.



3. Tempat dan lamanya Turunnya Al-Qur’an

4. Faedah Mempelajari Asbabun Nuzul
Secara rinci Al-Zarwani menyebutkan beberapa fungsi dalam memahami Ilmu Asbabun Nuzul adalah sebagai berikut :
  1. Permasalahan tentang Asbabun Nuzul adapat memberikan pengetahuan tentang rahasia Allah SWT secara khusus dalam mensyari’atkan hukum-hukum didalam Al-Qur’an.
  2. Pamahaman tentang Asbabun Nuzul dapat membantu dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an dan menghindarkan kesulitan
  3. Pemahaman tentang Asbabun Nuzul dapat membantu dugaan adanya Hars (pembatasan) dalam ayat yang secara Zahirnya terlihat adanya Hars (pembatasan)
  4. Pemahaman tentang Asbabun Nuzul dapat mengkhususkan hukum pada sebab menurut ulama yang memandang bahwa yang mesti diperhatikan adalah kekhususan sebab bukan keumuman lafalz
  5. Pemahaman tentang Asbabun Nuzul dapat memberikan pengetahuan pula bahwa sebab turunnya suatu ayat sekalipun ada yang mentaksirkan.
  6. Pemahaman tentang Asbabun Nuzul dapat mempermudah orang menghafal ayat-ayat Al-Qur’an dan memperkuat keberadaan wahyu dalam ingatan orang yang mendengarnya.




BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa ini Asbabun Nuzul adalah ayat-ayat yang menunjukan ketegasan mengenai sebab turunnya ayat, dan pengetahuan terhadap Asbabun Nuzul ini banyak kontibusi dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an

B.     Saran
Kepada  para pembaca uraian makalah diatas diharapkan dapat mengamalkan apa yang diketahui tentang Asbabun Nuzul dan bagaimana perkembangan ilmu tersebut dalam memahami Al-Qur’an.

MAKALAH ASBABUN NUZUL



BAB I
ILMU ASBABUN NUZUL



Salah satu permasalahan ulum Al-Qur’an yang sangat dibutuhkan didalamnya adalah :
Kategorisasi Asbabun Nuzul itu  bersifat situasional yang harus diteliti atau bisa memberikan suatu kesimpulan tentang suatu riwayat sebagai asbabun nuzul, sebab walaupun riwayat itu datang dari sahabat bakan berarti riwayat tersebut sudah pasti benar dan tidak perlu ditelitoi lagi.

1.1  Pengertian sebab Asbabun Nuzul dan fungsinya dalam memahami Al-Qur’an
  1. Sebab Asbabun Nuzul
Menurut Etimologi (bahasa) Asbabun Nuzul artinya suatu ungkapan yang maksud makna lainnya bentuk atau sebab-sebab adapun Nuzul adalah maksud ungkapan makna lainnya ialah turun.
Sedangkan menurut pengertian termminologi (Istilah)  Asbabun Nuzul adalah sebagai berikut:
  1. ayat-ayat Asbabun Nuzul adalah turunnya suatu ayat yang mengungkapkan suatu permasalahan dan menerangkan hukum suatu pada saat terjadinya suatu peristiwa. Definisi ini  dikemukakan oleh Shubhi Shalih.
  2. Ayat-ayat Asbabun Nuzul adalah ayat yang maksudnya adakala berbentuk peristiwa atau adakala berbentuk pertanyaan.
  3. ayat-ayat Asbabun Nuzul adalah ayat yang maksudnya mempunyai peran yang sangat penting karena kekuatan (Kebasahan) suatu riwayat Asbabun Nuzul tergantung persoalan kuat (shahih) atau lemah (ahaif) serta otentik atau palsunya hadis yang diriwayatkan.


  1. Fungsi dalam memahami Al-Qur’an
Secara rinci Al-Zarwani menyebutkan beberapa fungsi dalam memahami Al-Qur’an adalah sebagai berikut :
  1. Permasalahan tentang Asbabun Nuzul adapat memberikan pengetahuan tentang rahasia Allah SWT secara khusus dalam mensyari’atkan hukum-hukum didalam Al-Qur’an.
  2. Pamahaman tentang Asbabun Nuzul dapat membantu dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an dan menghindarkan kesulitan
  3. Pemahaman tentang Asbabun Nuzul dapat membantu dugaan adanya Hars (pembatasan) dalam ayat yang secara Zahirnya terlihat adanya Hars (pembatasan)
  4. Pemahaman tentang Asbabun Nuzul dapat mengkhususkan hukum pada sebab menurut ulama yang memandang bahwa yang mesti diperhatikan adalah kekhususan sebab bukan keumuman lafalz
  5. Pemahaman tentang Asbabun Nuzul dapat memberikan pengetahuan pula bahwa sebab turunnya suatu ayat sekalipun ada yang mentaksirkan.
  6. Pemahaman tentang Asbabun Nuzul dapat mempermudah orang menghafal ayat-ayat Al-Qur’an dan memperkuat keberadaan wahyu dalam ingatan orang yang mendengarnya.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa ini Asbabun Nuzul adalah ayat-ayat yang menunjukan ketegasan mengenai sebab turunnya ayat, dan pengetahuan terhadap Asbabun Nuzul ini banyak kontibusi dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an
Difinisi  ditemukan oleh Ibnu Talmiyah

1.2  Macam-macam seba Asbabun Nuzul dan contohnya
Diantara macam-macam sebab Asbabun Nuzul adalah sebagai berikut:
Aspek yang membentuk Asbabun Nuzul itu dapat diklasifikasikan menjadi dua bentuk :
  1. Asbabun Nuzul ada yang berbentuk pertanyaan
  2. Asbabun Nuzul ada yang berbentuk pertanyaan
Bentuk yang pertama meliputi tiga jenis peristiwa, yaitu : berupa pertengkaran, berupa kesalahan serius dan juga berupa cita-cita atau keinginan. Bentuk yang kedua berupa pertanyaan, seperti  suatu yang terjadi dimasa lalu, masa yang sedang berlangsung dan masa yang akan datang.

- Contoh Asbabun Nuzul yang berupa peristiwa diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Hubbab Ibn Al-Qur’an-arat.
Berkata” Aku berprofesi sebagai tukang besi, dan Ash Ibn Wail mempunyai utang kepadaku. Aku datang kepadanya untuk menagihnya tetapi ia katakan : aku tidak akan membayar utangku kepadamu sebelum kamu mau kufur kepada Muhammad SAW serta kami mau menyembah kepada berhala atau Uzza, maka aku menjawab : aku tidak mau sampai aku kufur dimatikan kelak oleh Allah jawab Ash Ibn Wail: Baik, tunggulah, aku sampai hari itu, akan kubawakan harta dan anak, aku bayar utangku padamu.

-          Contoh Asbabun Nuzul yang berupa pertanyaan diriwayatkan dari Muaz Ibn Jabal  
-          Bahwa ia berkata  “ya Rasulullah, Orang-orang yahudi datang kepadaku dan mengemukakan beberapa pertanyaan tentang bulan, bukankah bulan itu selalu saja mulanya tampak kecil, kemudian bertambah besar dan  memudar, lalu kembali mengecik seperti semula. A

Allah SWT menurunkan ayat 189 Surat Al-Baqarah sebagai berikut :
Artinya : “Maka bertanya kepada engkau tantang keadaan bulan
Katakanlah, bulan itu menentukan waktu bagi manusia dan untuk (mengerjakan) Hajj”

1.3  berbilangnya riwayat sebab Asbabun Nuzul untuk satu ayat dan sebaliknya. Dianataranya salah satu persoalan berbilangnya riwayat sebab Asbabun Nuzul untuk salah satu ayat  dan sebaliknya maka muncul beberapa kemungkinan sebagai berikut :
  1. Kedua riwayat itu yang salah satu Shahih dan yang lain tidak Shahih
  2. Kedua riwayat itu sama-sama dan yang satu ada dalil yang memperkuat sedangkan lain tidak ada.
  3. Kedua riwayat ini sama-sama shahih dan tidak ditemukan dalil yang memperkuat salah satunya, tetapi sangat komrpomikan
  4. Kedua riwayat itu sama-sama shahih tidak terdapat dalil yang memperkuatkan salah satunya dan kedua-duanya tidak mungkin dipakai.

Jika mendapat kasus dalam menerangkan Asbabun Nuzul suatu ayat. Sebagaimana tersebut diatas maka melalui jalan alternatif pemecahannya adalah sebagai berikut :
  1. Apabila kedua riwayat itu shahih, yang pertama menyebutkan sebab turunnya ayat dengan tegas, sementara yang kedua tidak menyebutkan secara tegas, maka yang diambil adalahriwayat yang pertama.
  2. Apabila kedua riwayat tersebut shahih, mungkin salah satunya ditarjihkan atau karena salah satu lagi diriwayatkan oleh perawi yang menyaksikan sendiri, maka dipilih riwayat yang lebih rajin (kuat)
  3. Apabila kita mengambil dua riwayat yang menerangkan Sababiyah riwayat yang lebih rajin dan lebih sahih, sementara riwayat yang lain shahih tetapi marjuh (dipandang lebih lemah), maka yang diambil adalah riwayat yang sahih.

BAB II
KESIMPULAN


A.    Kesimpulan
Ayat-ayat Asbabun Nuzul  adalah turunnya suatu ayat yang mengungkapkan suatu permasalahan dan menerangkan hukum sesuatu pada saat terjadinya suatu peristiwa.
  1. Ayat-ayat Asbabun Nuzul adalah ayat yang maksudnya mempunyai peran yang sangat penting karena kekuatan (keabsahan) suatu riwayat Asbabun Nuzul tergantung persoalan kuat (shahih) atau leah (dhaif) serta autentik atau palsunya hadis yang diriwayatkan.
  2. Wawasan tentang Asbabun Nuzul dapat memberikan pengetahuan tenatng rahasia Allah secara khusus dalam mensyri’atkan hukum-hukum agama didalam Al-Qur’an.
  3. Wawasan tentang Asbabun Nuzul dapat membantu dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an dan menghindarkan kesulitan
  4. Asbabun Nuzul berbentuk pertanyaan
  5. Asbabun Nuzul berbentuk peristiwa
  6. kedua riwayat itu yang satu dan yang lain tidak sahih
  7. kedua riwayat itu sama-sama shahih, tetapi yang satu ada dalilnya yang memperkuat sedangan yang lain tidak ada.

B.     Saran
.